Sesungguhnya termasuk
sebagian karunia Allah dan anugerah-Nya adalah Dia menjadikan untuk
hamba-hamba-Nya yang shalih waktu-waktu tertentu dimana hamba-hamba
tersebut dapat memperbanyak amal shalihnya. Diantara waktu-waktu
tertentu itu adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Berkenaan
dengan firman Allah Ta’ala:
”Demi Fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Hajr:1-2)
Mayoritas ulama
berpendapat bahwa dalam ayat ini Allah Ta’ala telah bersumpah dengan
“sepuluh hari” pertama dari bulan Dzulhijjah ini. Pendapat ini pula yang
dipilih oleh Ibnu Jarir ath Thabari dan Ibnu Katsir rahimakumullah
dalam kitab tafsir mereka.
Hari-hari sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini memiliki beberapa keutamaan dan keberkahan, dan penjelasannya sebagai berikut:

